I Komang Sutirta

Find the greatest Inspiration

I Komang Sutirta header image 1

MASA INKUBASI & KEKUATAN IMAN

April 23rd, 2008 · No Comments · Sikap Positif

Sadar tidak sadar sebenanrnya semua yang ada didunia ini ada masa inkubasinya atau masa perkembangannya atau lebih kerennya bisa dibilang ada proses yang harus dijalani sebelum sesuatu yang kita inginkan terjadi atau menjadi kenyataan. Pak Petani pun sangat mengerti jika menanam padi hari ini tidak mungkin besok sudah bisa memanennya, pak petani menyadari harus menunggu beberapa bulan untuk memanennya, dan dalam masa menunggu tersebut pak petani harus merawatnya agar hasil panen yg diharapkan bisa berhasil dengan baik. 

Adalah lucu jika seorang bapak kemarin malam meniduri istrinya dan esok harinya menanyakan mana anakku pada istrinya. Seorang bayi sebelum lahir ke duniapun perlu proses selama sembilan bulan sebelum lahir. 

Dari kedua contoh semoga kita bisa mengambil hikmah yang terkandung didalamnya. Sering sekali dalam menginginkan ataupun mencita-citakan sesuatu kita terlalu cepat menyerah. Seandainya saja kita memahami bahwa sebelum sesuatu yang kita inginkan tersebut menjadi kenyataan kita harus berani dan tegar dalam menghadapi prosesnya. Mungkin dibutuhkan lebih dari sekedar kata sabar dalam menjalani prosesnya tersebut. Dan dalam menjalani prosesnya tersebut itulah dibutuhan kekuatan iman yang tinggi dalam menjalankannya. Jika setiap hari kita berdoa dan menyatakan diri kita orang beragama yang percaya pada Tuhan, mengapa kita juga tidak percaya bahwa apa yang kita cita-citakan tersebut Tuhan juga pasti memberinya. Disanalah letak Iman yang sesungguhnya. Jika seandainya kita punya cita-cita untuk memiliki Rumah Besar yang Indah lengkap dengan kolam renangnya, asal kita mengimani dan percaya bahwa Tuhan pasti memberinya kita pasti akan berjuang keras untuk mencapainya, dan dalam perjuangan ini lagi-lagi iman memegang perannya yang sangat penting agar kita tetap terus berjuang sampai Rumah impian kita tersebut menjadi kenyataan.

Teman-teman semuanya mohon maaf bukan maksud sok pintar atau sok paling beriman, tapi saya senang sekali bisa berbagi dari apa yang saya baca dan saya dengarkan. So let’s fight to be a winner n…….. mari akhiri semuanya dengan indah.

→ No CommentsTags:

ADA HIKMAH DARI SEMUA YANG TERJADI

March 26th, 2008 · No Comments · Sikap Positif

Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan, “apa yg telah saya lakukan
sampai saya harus mengalami ini semua ?

“atau ” kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?”
 Here is a wonderful explanation.
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan.
Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau
mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I love your cake.”

“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Yaiks,” ujar anaknya.
“Bagaimana dgn telur mentah ?”
“You’re kidding me, Mom.”
“Mau coba tepung terigu atau baking soda ?”

“Mom, semua itu menjijikkan. “

Lalu Ibunya menjawab, “ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat dan dirasakan satu per satu.

Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, mulai pencampuran bahan kue sampai kue masuk oven, akan menjadi kue yang enak.”

Tuhan bekerja dengan cara yang sama.

Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan.

Tapi Tuhan tahu, jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.

Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita semua . Dia mengirimkan bunga setiap musim
semi, sinar matahari setiap pagi dan hembusan udara yang mengalir setiapsaat. Tanpa diminta,Dia berikan semuanya dengan sukarela.

Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
Jika anda merasa nilai lebih dalam dengan artikel ini, resapi baik-baik semua yang telah terjadi pada anda, KARENA SEMUA PASTI ADA HIKMAHNYA

→ No CommentsTags:

SIKAP TERHADAP PENGANGGURAN

March 20th, 2008 · 1 Comment · Sikap Positif

Dari sebuah buku yang judulnya sangat menggelitik, dan mungkin membuat merah telinga para praktisi pendidikan yaitu “KALAU MAU KAYA NGAPAIN SEKOLAH”. Saya melihat sebuag kalimat wawancara penulis dengan Enterprenur Indonesia “BOB SADINO” yang sangat mengetuk hati. Kalimat tersebut isinya kurang lebih sebagai berikut ” tiap tahun universitas di seluruh indonesia indonesia menamatkan lebih dari 70.000 mahasiswa, apakah mungkin semuanya akan mendapat pekerjaan, atau lebih banyak yang mendapat pekerjaan atau sebaliknya”.  Jika kita mencermati dengan seksama apa isi kalimat tersebut alangkah baiknya kita bersiap lebih dini terhadap masa depan kita. Memang masih terlalu banyak para Sarjana yang punya pola pikir konvensional yaitu habis kuliah nyari kerja, bahkan ada yang terlalu banyak mengatakan sedang sibuk kuliah. Jika kenyataannya adalah saat tamat kuliah kita belum tentu dapat bekerja, pertanyaannya mengapa kita tidak mengetuk hati masing-masing individu kita untuk lebih melirik PELUANG USAHA MANDIRI.

Tak dapat dipungkiri memang angka pengangguran di negeri kita Indonesia kian tahun kian meningkat saja. dan jika dilihat sangat wajar angka pengangguran terus meningkat karena begitu banyaknya pemicu untuk terjadinya peningkatan angka pengangguran antara lain jumlah penduduk yang begitu banyak dibandingkan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada, faktor politik dan stabilitas, dan juga faktor ekonomi global.

link-link berikut adalah informasi tentang pengangguran di Indonesia, silahkan buka :

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/05/05/brk,20040505-19,id.html

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/02/11/brk,20040211-25,id.html

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/01/05/brk,20040105-44,id.html

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/01/05/brk,20040105-31,id.html

Semoga informasi dari link-link diatas bisa membuka hati kita semua agar kita bisa lebih berfikir untuk tidak terlalu menggantungkan diri pada Pola “MENCARI KERJA SEHABIS SEKOLAH ATAU KULIAH”

Tetapi apapun informasi yang tersedia tergantung dari pribadi masing-masing pembaca. Sangat tergantung dari sikap masing-masing individu. Mungkin akan ada yang bersikap hanya sekedar membaca dan tidak peduli, atau mungkin ada yang membaca tapi tidak mau merubah paradigmanya, tetapi saya yakin ada sebagian kecil yang bersikap positif dengan merespon informasi tersebut dan bersiap untuk segera mencarai peluang untuk menghadapi masa depan.

Apapun pikiran anda, apapun keputusan anda terhadap sebuah informasi akibatnya akan kembali pula kepada pribadi kita masing-masing, karena kita bebas untuk mengambil keputusan tetapi kita terikat dengan akibat dari keputusan yang kita ambil.

→ 1 CommentTags:

SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN & KUNINGAN

January 21st, 2008 · 1 Comment · Tentang Diriku

Rabu 23 Januari 2008 Besok Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Galungan dan Sabtu 02 Februari 2008 akan dirangkai dengan Hari Raya Kuningan. Suasana Galungan begitu terasa, baik di jalan, di pasar, dan juga di lingkungan tempat tinggal saya. Sungguh Hari Raya Galungan serasa memberikan suasana hati yang berbeda dan saya bersama-sama teman-teman di tempat kerja sangat antusias menyambut datangnya hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Dharma disini artinya kebaikan(bukan Pak Dharma pemilik kontrakan ruko tetangga saya yaaaa) dan Adharma artinya keburukan.

Menyambut Hari Raya Galungan umat Hindu Di Bali Merayakannya dengan sangat meriah mulai dari pembuatan Penjor dan Penyembelihan babi dan juga Upacara persembahyangan besok tepat di Hari Raya Galungan.

Dibalik semua kegiatan yang begitu meriah menyambut datangnya Hari Raya Galungan, adalah makna di balik Hari Raya itu, yaitu kemengan Dharma atas Adharma atau kebaikan atas keburukan, mungkin kebaikan disini bisa diartikan dalam banyak hal dan bagaimana kita menempatkan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Hari Raya Galungan ini memberi banyak berkah dan hikmah kepada kita semua agar kehidupan kita kedepan menjadi lebih bermakna bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain dan juga orang-orang yang kita sayangi.

SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

→ 1 CommentTags:

MENCINTAI DIRI SENDIRI

January 18th, 2008 · No Comments · Sikap Positif

Menjadi baik dalam segalanya adalah dambaan tiap orang. Menjadi cantik, lembut, ramah, baik hati, bijaksana, lapang dada, dermawan, menyenangkan, sabar, tegar, cerdas, pintar, menarik hati, enak dipandang, enak dijadikan teman curhat dan semua kebaikan lainnyaBerbahagialah mereka yang mewarisi gen-gen kebaikan dari orang tuanya.
Berbahagialah mereka yang dibesarkan dalam lingkungan yang baik.
Berbahagialah mereka yang mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tua dan sekolahnya. Hingga ia tumbuh dewasa dalam kebaikan, tanpa pergolakan jiwa yang berarti, tak perlu lagi menghadapi dilema dan menyesali perjalanan
hidupnya sendiri.
Namun bagaimana dengan mereka yang menjalani proses hidup sebaliknya?Rasanya begitu berat.Begitu pedih. Begitu nyeri. Begitu menyesakkan. Saat kebencian itu hadir.Saat ketidak sukaan melingkupi.
Saat ketidak mengertian memenuhi.
Saat ketidak berdayaan menghantui.
Terhadap diri sendiri.
Mengapa aku buruk rupa?
Mengapa keluargaku berantakan?
Mengapa aku tidak cerdas?
Mengapa aku selalu gagal?
Mengapa aku tidak disukai teman-temanku?
Mengapa perjalanan hidupku seperti ini?
Mengapa aku selalu naif?
Mengapa aku selalu salah?
Mengapa?
Dan banyak mengapa lainnya…
Ketika semua perasaan itu hadir dan melibas diri, hidup menjadi sangat sulit. Dunia menjadi teramat gelap.Hingga segala tentang diri kita pun terasa bernuansa pekat. Kita buruk dan hanya orang lain yang baik.Dan kita pun ingin terbang, pergi dan menjadi orang lain atau malah terpuruk saja di dalam bumi.Pernahkah kemudian kita terpikir: Betapa kasihan ‘makhluk kecil’ di dalam sana. Sesosok ‘diri’ yang disadari atau tidak, dibenci oleh dirinya sendiri. Mungkin jasad sang diri memang tidak cakep. Mungkin pribadi sang diri memang tidaklah menyenangkan.Mungkin perjalanan hidup sang diri cukup menyebalkan. Namun sang diri tetap butuh cinta. Agar dengannya dia tumbuh dan berkembang ke arah kebaikan. Berapa banyak cerita tentang seseorang yang berubah menjadi lebih baik karena merasa dicintai? Berapa banyak orang yang termotivasi karena dicintai? Betapa banyak orang yang ingin diterima apa adanya? Dicintai setulusnya? Dan cinta itu,at very first, hanya pemilik ‘diri’ lah yang harus memberikannya. Jika bukan kau, siapa lagi? Engkau yang paling mengerti dirimu sendiri. Maka engkau lah yang paling layak, paling berhak dan paling berwenang mencintai dirimu sendiri.Cintailah dirimu sendiri. Beri penghargaan. Beri pujian untuk keistimewaan - keistimewaan dalam dirimu sendiri Terimalah ia apa adanya. Pahami kelemahan-kelemahannya. Lihat kembali perjalanan hidupmu ke belakang.Mungkin kau akan melihat banyak kesalahan. Mungkin kau akan menemukan banyak kenaifan. Mungkin kau akan menjumpai banyak hal memalukan. Mungkin kau akan menemukan banyak kegetiran. Ketidaksukaan. Seperti halanya kau ingin orang lain menerima dirimu apa adanya, maka kau harus memulainya dari dirimu sendiri.Terimalah dirimu apa adanya. Cintai ia. Sungguh cinta itu akan menjadi kekuatan besar untuk membangun diri.Cinta itu, akan mengarahkan jiwamu terus menerus bergejolak. Cinta itu akan
mewadahi hatimu terus menerus bergolak.
Cinta itu akan mendamaikan perasaanmu yang tak pernah berhenti dan mati.
Cinta itu akan membuatmu terus berusaha memperbaiki diri.
Cinta itu akan membuatmu bangga dengan perjuangan yang telah kau lakukan.
Cinta itu akan menjagamu dari membandingkan diri dengan orang lain serta lebih memilih membandingkan diri sendiri yang sekarang dengan beberapa waktu serbelumnya.
Maka kemudian dirimu akan sanggup berkata, “Mungkin aku yang sekarang masih belum sebaik orang pada umumnya. Tapi aku tahu aku yang sekarang adalah aku yang lebih baik dari aku sebelumnya. Dan aku bangga karena untuk menjadi aku yang sekarang kulewati dengan penuh air mata.Aku bangga dengan diriku yang sekarang karena aku telah menempuh prosesnya.”Jika tak ada yang mencintaimu kini, bisa jadi itu karena engkau bahkan tak mencintai dirimu sendiri.Karena itu, cintailah dirimu sendiri. Karena dari sana kau akan bisa mencintai dan dicintai orang lain.

→ No CommentsTags:

SEBERAPA BERMAKNAKAH DIRIKU

January 18th, 2008 · No Comments · Sikap Positif

Kisah Anne

Kisah berikut ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women”
karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia,
maupun toko buku lainnya.
Inti ceritanya kira-kira sbb :Adapasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum  
mempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif
dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi
berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya.
Semua orang ikut  bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar  
dalam perutnya,  seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa
bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan,
dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya
juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk  
dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan  
bayi laki2nya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur
nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa
ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.
Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan  
banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka.
Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.
Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi
mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi  
akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari
bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan
organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini
menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.
Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka
tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk
menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya
sendiri.Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri
kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi  
pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang
berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi
sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.  
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan
selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong
Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan  
manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia  
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang  
berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah  
lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut
untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah
enam jam….. Paradokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb  
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam,
tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne
adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati  
mereka selamanya..
.

Ada3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun  
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah
kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri,
satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar benar
 penting adalah  
apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang
lain.

3. Ibu Anne mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai  
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi
kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa
anak2 kita melakukan  hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian  
menjemput mereka,  mereka akan menuju surga”.Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah  
kelompok organisasi ataupun perusahaan,PELANGGAN,serta siapa saja yang Anda
temui.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi
Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda,
dst)

→ No CommentsTags:

BERAPA UMUR KITA SAAT INI

January 15th, 2008 · No Comments · Sikap Positif

25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun…
Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.
Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai
pelajar, sebagai seorang profesional, dll.
Kita memulai hari yang baru.
Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa.
Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak
buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita
hadapi di kantor.
Tak terasa, siang menjemput…
“Waktunya istirahat..makan- makan..”
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa buntu.
Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala.
Panas betul hari ini…
Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja…
Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk.
Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai.
( Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi ‘manusia-manusia sulit’ yang menghambat pekerjaan kita )
 Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat…Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.
Gelap mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini.
Sekarang jalanan macet.
Kapan saya sampai di rumah.
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.
Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar…
Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.
Waktunya makan malam tiba.
Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita.
“Ohh..ada sop ayam”.
“Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali”, anak memuji masakan Ibunya.
Itu juga kan yang sering kita lakukan.
…..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV.
Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.
Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur.
Siang atau malam adalah sama.
Hanya rutinitas… sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.
Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua
kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah … dll.
Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita ?
Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.Hanya Tuhanlah yang tahu…Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita.
Mereka menanti dukungan kita.
Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama……
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.
Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.
Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas 

→ No CommentsTags:

SEPULUH KEBIASAAN YANG DAPAT MERUSAK OTAK

January 14th, 2008 · No Comments · Kesehatan

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah
yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat
berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada
dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan
menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak
secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya
penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan
gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup
udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat
menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan
mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat
karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat
menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita
saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak
serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita.
Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak
kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja
otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak.
Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak
jadi kurang terlatih

→ No CommentsTags:

DI PERADUAN

January 7th, 2008 · No Comments · Puisi

Sejenak saat suara - suara mulai sepi

Tak rela kutinggalkan malam ini

Hatiku teduh diantara malam sunyi

Dibawah langit bersama sinar bintangnya

Betapa kuingin malam ini tak terganti

Tak ada hati tuk tutup mataku

Hanya bersama sunyi ini

Kubisa resapi senandung hatimu

Diantara deru angin malam

Ditengah suara alam

Aku tertegun dalam temaram malam

Tuk mengenangmu

Menghadirkan indah bayangmu

Menari diantara sunyi kalbuku

Aku sungguh - sungguh merindukanmu

→ No CommentsTags:

SIWA RATRI

January 6th, 2008 · No Comments · Tentang Diriku

Hari Minggu 6 Januari 2008 Umat Hindu Di Bali merayakan Hari Raya Siwa Ratri, sebagian besar Umat Hindu Di Bali pasti menyadarai dan menyambut Hari Siwa Ratri, walaupun mungkin ada sebagian kecil umat yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja.

Dan dalam merayakannya ada berbagai cara yang dilakukan, ada yang bergadang semalam suntuk di pura, ada yang berpuasa ditambah dengan bergadang, dan bahkan diantara banyak anak muda ada yang bergadang sama pasangannya dan yang tidak punya pasangan ada yang naik motor kesana kemari. Saya sendiri sesungguhnya tidaklah begitu tau tentang bagaimana tata cara merayakan Hari Siwa Ratri yang sesungguhnya. Tapi jika dilihat dari konteknya dan nilai - nilai luhur yang dapat dipetik dari cerita Lubdaka, bahwa Siwa Ratri adalah malam perenungan dosa. Jadi terlepas dari bagaimana cara merayakannya yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyikapi nilai - nilai yang terkandung dari Siwa Ratri tersebut.

Jika Siwa Ratri adalah malam perenungan dosa, sebenarnya Siwa Ratri adalah sebuah momentum yang sangat tepat untuk mengevaluasi diri kita sendiri, sungguh suatu ajaran yang sangat bagus dan selalu relevan dengan perkembangan jaman dimana kita melalui Hari Siwa Ratri ini kita diajak sejenak merenung dan mengingat kembali bagaimana sikap kita selama setahun. Jika kita benar - benar bisa mengambil hikmah dari Hari Siwa Ratri sungguhhari ke hari kita akan selalu bertumbuh ke arah yang lebih baik.

SELAMAT HARI SIWA RATRI

→ No CommentsTags: